Habib Muhammad Husein Al Habsyi | INDAHNYA SALING BERBAGI
Showing posts with label Habib Muhammad Husein Al Habsyi. Show all posts
Showing posts with label Habib Muhammad Husein Al Habsyi. Show all posts

Wednesday, December 18, 2013

Kursus Pesholatan di Ar Raudhah

nKursus Pesholatan di Ar Raudhah setiap hari rabu dan kamis mulai ba'da magrib sampai isya' monggo bagi yang belum bisa datang langsung ke MARKAS AR RAUDHAH bisa menyimak kembali via mp3 maupun video, kunjungi pula website resmi AR RAUDHAH untuk mendapatkan mp3 yang versi asli belum di konvert.
  1. Kursus pesholatan  Jenis Thoharah Bag 1  4 September 2013    ( 4shared )
  2. Kursus pesholatan  Jenis Thoharoh Bag 2  5 September 2013    ( 4shared )
  3. Kursus pesholatan  Jenis Thoharoh Bag 3 11 September 2013   ( 4shared )
  4. Kursus pesholatan Jenis Thoharoh Bag 4 12 September 2013     ( 4shared )
  5. Kursus pesholatan hadats kecil 18 September 2013      ( 4shared )
  6. Kursus pesholatan hadats besar 19 September 2013      ( 4shared )
  7. Kursus pesholatan Bersuci secara umum 25 September 2013   ( 4shared )
  8. Kursus pesholatan Hadats besar bag 2 26 September 2013  ( 4shared )
  9. Kursus pesholatan Hadats Kecil dan Hadats Besar 1 Oktober 2013
  10. Kursus pesholatan Wudhu 2 Oktobet 2013
  11. Kursus pesholatan Macam macam mandi sunah 8 Oktober 2013
  12. Kursus pesholatan edisi khusus Membahas Qurban 9 Oktober 2013 
  13. Kursus pesholatan 13 November 2013
  14. Kursus pesholatan 19 November 2013 
  15. Kursus pesholatan 20 November 2013 
  16. Kursus pesholatan 26 November 2013
  17. Kursus pesholatan 27 November 2013
  18. Kursus pesholatan  03 Desember 2013
  19. Kursus pesholatan 10 Desember 2013
  20. Kursus pesholatan  11 Desember 2013
  21. Kursus pesholatan 17 Desember 2013
  22. Kursus pesholatan  18 Desember 2013


    Sunday, October 13, 2013

    Pembacaan 20000 Yasin Terlaksana Sukses di Masjid Agung Surakarta

    habib novel, 20000 yasin
    Masjid Agung Solo yang semula cukup lengang pun berubah menjadi lautan manusia. Ribuan orang telah hadir di masjid Agung Solo. Ribuan lainnya terus berdatangan melalui beberapa pintu masjid.
    Sebagian besar dari mereka menggunakan pakaian putih, selebihnya menggunakan jaket dengan berbagai nama majelis di punggungnya.Majelis Rosululloh, Majelis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah (Malang), dan Ahbabul Musthofa merupakan beberapa di antara tulisan yang tertera di jaket yang digunakan jamaah.
    Sambil menanti dimulainya tablig akbar bertajuk "20 ribu yasin untuk hajat Anda menuju Solo Kota Santri" bersama Habib Noval bin Muhammad Alaydrus, para jamaah tampak asyik mendengarkan lantunan solawat yang dilantunkan oleh kelompok hadroh Jamuri Solo dan Fatahilah.
    Ketika Habib Noval memasuki selasar Masjid Agung Solo, banyak jamaah yang segera mengerumuni beliau. Selain bersalaman, ada seorang ibu yang berasal dari Malang yang membawa sebotol air untuk didoakan sang habib.
    "Sebelum dimulai, yuk berdoa kepada Allah agar dikirimkan mendung atau angin yang semilir" ungkap Habib Noval mengawali majlis. Ucapan tersebut keluar setelah melihat ada sebagian jamaah diluar masjid yang kepanasan, meski panitia telah menutup halaman masjid dengan tenda.  Menariknya, sekitar lima menit setelah jamaah membaca Alfatehah yang dipimpin oleh Habib Noval mendung dan hawa dingin mulai datang. seolah ingin menaungi para jamaah dari sengatan matahari.
    Setelah beberapa sambutan, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengajak hadirin untuk membaca surat fatehah dan yasin. Selanjutnya, Habib Noval mengajak hadirin menzikirkan lafad "LA ILAHA ILLALLOH". Usai menzikirkan lafadz tersebut puluhan kali, habib Noval pun memimpin doa. Banyak hadirin yang menangis ketika mengamini doa sang habib. betapa tidak, sebagian besar doa yang dipanjatkan pimpinan majelis Ar-Raudhah berkaitan dengan permohonan ampun atas tiap dosa kepada orang tua.
    "Ya Rabb,ampuni kata-kata kasar kami kepada orang tua kami" demikian di antara doa Habib Noval. Selain itu, abib Noval juga memohonkan ampun untuk setiap kaum muslimin, serta beberapa doa lain yang diaminkan oleh ribuan jamaah. Bahkan, sang Habib mendoakan keselamatan untuk siapapun yang membenci hadirin, lahir batin.
    Setelah doa, Habib Noval menanyakan kesediaan jamaah untuk menyelenggaraan acara serupa tiap dua bulan sekali. tentu saja ajakan tersebut diamini oleh ribuan jamaah yang hadir.
    Acara kemudian dilanjutkan dengan cerama singkat dari KH Abdurrohim dan Habib Muhammad.
    Terdapat beberapa hal yang disampaikan KH Abdurrohim (Gus Rohim) dari Majelisul Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah. Salah satunya, beliau mengutarakan jika wasilah doa kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu ajaran yang disampaikan oleh Habib Anis bin Ali Alabsyi. Habib Anis merupakan guru dan mertua Habib Noval yang juga guru dari KH Abdurrohman.
    Sementara itu, Habib Muhammad mengawali urainnya dengan "Anda tau tentang surga?  Selanjutnya, Habib Muhammad menguraikan tentang sorga, serta keyakinan beliau tentang jamaah yang hadir di Masjid Agung Solo sebagai calon penghuni surga. Selanjutnya, Habib Muhammad menceritakan tentang keberuntungannya bisa dekat dengan Habib Noval bin Muhammad Alaydrus.

    Sebagai penutup acara, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengumumkan akan diadakannya Pameran Buku Aswaja se-Solo di bulan Muharam nanti. Selain itu, Habib Noval menyampaikan tentang diselengarakanya pembacaan Maulid Simhudduror di majlis Ar-Raudhah setiapJum'at Pon.


    Wednesday, September 25, 2013

    Rutinan di Bustanul Asyiqin Edisi Spesial

    Rutinan di Bustanul asyiqin

    Rutinan di Gedung Bustanul Asyiqin tadi malam 25 September 2013 bersama Habib Syekh merupakan edisi spesial di luar biasanya karena tadi malam hadir pula Habib Novel bin muhammad alaydrus, KH Abdullah sa'ad serta Habib Muhammad husein al habsyi, yang memberikan tausyiahnya walaupun cuma sebentar tapi penuh dengan ilmu dan makna.

    Monggo bagi yang gak bisa hadir ataupun gak bisa ngikuti lewat streaming bisa mendownloadnya:

    Sunday, July 7, 2013

    Fenomena Ru'yah dan Hilal


    Fenomena Ru'yah dan Hilal

    Yuk kita belajar tentang ru’yah dan hisab jadi nanti kita tidak bingung apabila menyaksikan sidang itsbat.Sebelum menginjak pada permasalahan ru`yah dan hisab, ada baiknya kita memahami hukum penentuan awal bulan secara umum.
    Para Ulama merumuskan ada 2 macam cara untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Ada yang secara umum (meliputi seluruh penduduk daerah) dan ada yang secara khusus.
    Yang pertama yaitu secara umum adalah dengan cara menyempurnakan sya’ban 30 hari, yang kedua dengan mendengar kesaksian hilal dari orang yang terpercaya. Dengan kedua metode diatas maka seluruh penduduk daerah tersebut wajib berpuasa.
    Yang kedua adalah cara khusus yaitu apabila ada seseorang yang tidak diterima kesaksiannya melihat hilal maka dirinya wajib puasa. Kemudian metode yang berikutnya adalah dengan berita terlihatnya hilal, apabila yang mengabarkan orang yang terpercaya maka wajib puasa semua warga baik dia mempercayai atau tidak. Apabila yang mengabarkan tidak terpercaya maka tidak wajib puasa kecuali apabila kita mempercayainya.
    METODE RU’YAH
    Metode yang digunakan pemerintah dalam menentukan awal bulan adalah ru’yatul hilal (pengamatan hilal dengan kasat mata), yakni terlihat bulan diatas ufuk setelah ijtima’/konjungsi. Metode ini mempunyai pengaruh yang lebih kuat dibanding metode hisab. Para ulama bahkan bersepakat bahwa penentuan awal bulan yang didapat melalui ru’yatul hilal dapat diamalkan untuk memulai puasa ramadlan serta mengakhirinya. Dan untuk menetapkan hari raya, pemerintah memakai patokan imkanur rukyah, Secara bahasa, Imkanur Rukyat adalah mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal. Secara praktis, Imkanur Rukyat dimaksudkan untuk menjembatani metode rukyat dan metode hisab.Terdapat 3 kemungkinan kondisi.
    • Ketinggian hilal kurang dari 0 derajat. Dipastikan hilal tidak dapat dilihat sehingga malam itu belum masuk bulan baru. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini.
    • Ketinggian hilal lebih dari 2 derajat. Kemungkinan besar hilal dapat dilihat pada ketinggian ini. Pelaksanaan rukyat kemungkinan besar akan mengkonfirmasi terlihatnya hilal. Sehingga awal bulan baru telah masuk malam itu. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini.
    • Ketinggian hilal antara 0 sampai 2 derajat. Kemungkinan besar hilal tidak dapat dilihat secara rukyat. Tetapi secara metode hisab hilal sudah di atas cakrawala. Jika ternyata hilal berhasil dilihat ketika rukyat maka awal bulan telah masuk malam itu. Metode rukyat dan hisab sepakat dalam kondisi ini. Tetapi jika rukyat tidak berhasil melihat hilal maka metode rukyat menggenapkan bulan menjadi 30 hari sehingga malam itu belum masuk awal bulan baru. Dalam kondisi ini rukyat dan hisab mengambil kesimpulan yang berbeda
    Perhitungan teoritis ini penting karena patokan pemerintah sebenarnya adalah rukyah (pengamatan mata), sedangkan hisab hanya membantu saja. Kalau ada yang melihat hilal berarti besoknya hari raya kalau tidak ada ya besoknya belum hari raya. Dan apabila hasil hisab bertentangan dengan hasil ru’yatul hilal, maka yang lebih didahulukan adalah hasil ru’yatul hilal. Kecuali jika sekurang-kurangnya lima hasil perhitungan hisab dari kitab yang berbeda, menyimpulkan hilal tidak akan terlihat, maka laporan seseorang kepada hakim setempat perihal terlihatnya bulan harus di tolak karena berlawanan dengan yang didapat melalui metode hisab. Demikian menurut pendapat Imam As-Subki.
    METODE HISAB
    Adapun metode hisab adalah dengan memakai patokan wujudul hilal atau adanya hilal di atas ufuk. Patokan ini berarti berapa pun ketinggian hilalnya, meskipun nol koma sekian derajat, asal sudah di atas ufuk/horizon (gampangnya: hilalnya tenggelam belakangan dari matahari setelah waktu konjungsi) berarti malam itu sudah bulan baru atau sudah 1 Syawal sehingga besoknya hari raya bisa dilakukan. Dengan kata lain, patokan yang dipakai metode ini adalah hisab yang secara murni sedangkan rukyah hanyalah pendukung saja yang tidak harus diperlukan. Yang penting adalah hakikat posisi hilal/bulan baru secara astronomis, tanpa mempedulikan hilal tersebut bisa teramati mata atau tidak. Dasar dari pada metode ini adalah pendapat Imam Muthorrif bin ‘Abdullah, Abu al-‘Abbas bin Surayj dalam mengartikan hadits Rasulullah SAW:
    إذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
    “Jika kalian melihat hilal - Ramadan - maka berpuasalah, dan jika melihat hilal - Syawal - maka berbukalah, dan jika terlihat mendung diatas kalian, maka kira-kirakanlah.” HR.Bukhori dan Muslim.
    Beliau berkata: “Makna kalimat فَاقْدُرُوا لَهُ yang dimaksud adalah mengira-ngirakan keberadaan hilal dengan metode hisab”.
    Ulama lain berpendapat bahwa kalimat melihat dalam Hadits diatas bisa berarti wujudnya hilal di ufuk yang memungkinkan untuk terlihat, meskipun pada kenyataannya tidak terlihat karena terhalang mendung misalnya.
    Ormas Islam, perkumpulan, atau lembaga-lembaga diluar pemerintah, dalam pandangan fiqh, tidak mempunyai wewenang apapun untuk menentukan/itsbat kapan datangnya awal bulan. Ketetapan pemerintah/itsbat mempunyai kekuatan hukum yang berlaku kepada seluruh warganya. Artinya, apabila pemerintah telah menetapkan kapan jatuhnya hari raya idul fitri atau awal ramadlan, maka ketetapan tersebut berlaku secara umum.
    Bagi siapapun juga yang memulai ramadhan dan berhari raya tanpa mengikuti ketetapan pemerintah, seharusnya kegiatan yang berhubungan dengan syiar hari raya tidak di tampakkan kepada orang banyak, misalnya takbiran menggunakan pengeras suara di masjid, surau atau di jalan-jalan. Karena sangat berpotensi untuk menjadikan masyarakat semakin bingung dan terpecah belah. Mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan bangsa.