renungan | INDAHNYA SALING BERBAGI
Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Thursday, May 30, 2013

Kenapa Tak Kau kirim Paket Do'a dan Tahlil untuk Ibu….?

 
berdoa, mendoakan ibu, mendoakan orang yang sudah meninggal dunia
Setelah sekian tahun kau hidup
betapa indahnya masa-masa naungan Ayah-Bunda
kau diasuh dengan asuhan yang terbaik dari keduanya,
dididik, dicukupkan semua kebutuhanmu,
diajari bermacam kata
 
dan di antara keduanya kau merasakan kehangatan cinta …
Bundamu mendekapmu,
ia menitikkan air mata saat kau dilahirkan …
ia begitu bahagia….
saat menatap wajahmu pertama kali di pangkuannya,
senyumnya begitu tulus …
 
Kemudian Bundamu mendekapmu,
ia menitikkan air mata saat tubuhmu panas,
badanmu lemah, ia khawatir saat engkau sakit …
ia menangis tersedu melihat sakitmu  yang semakin parah …
ia menjagamu dengan sepenuh jiwanya..
berapapun waktu dan biaya tak dipedulikannya …  
ingatlah tangisan Bundamu saat itu …
rasakanlah kepedihan hati Bundamu saat itu…
kini, ketika kau dewasa…
 
Bundamu pun merasakan perih,
melihat buah hatinya membentaknya,
hati Bundamu terluka,
melihat buah hati yang dilindunginya durhaka…

Mengapa hanya karena masalah sepele kau membentak Bundamu..???
Mengapa hanya karena keinginanmu yang tak terpenuhi
kau mendiamkan Bundamu …???
Mengapa saat Bundamu lemah kau tinggalkan ia demi kepentinganmu …???
Mengapa kau bentak Bundamu saat ia bertutur halus kepadamu …???
Tak ingatkah kau akan belaian cintanya saat kau terlelap tidurketika kau masih belia?
Tak ingatkah kau akan tutur halusnyasaat kau berulah dengan kenakalanmu???
Tak ingatkah kau akan setiap bulir keringatnya
Saat ia menggendongmu kemanapun ia pergi …
 
Sungguh, bila kau tidak dicintai Bundamu,
Kau tidak akan menjadi manusia saat ini!
Mungkin kau sudah menjadi janin-janin malangyang mati diaborsi!
Mungkin kau tidak akan ada di sini saat ini!
Lalu mengapa kau tak mau tundukbersimpuh di hadapan Bundamu???
Apakah benar kau mencintai Bundamu???

Renungkanlah satu hari, di hari itu,
kau pulang dari peraduan nasibmu…
sampai di halaman rumah,
kau jumpai kerumunan tetangga berwajah sendu …
berkumpul di ruang tamumu…
kau masuk ke dalam penuh dengan tanda tanya,
ada apa ini?
Di ruangan itu,
kau melihat sebuah dipan dibentangkan,
di atasnya terbujur sesosok tubuh manusia,
ia terbungkus kain putih bersih di sekujur tubuhnya,
tertutup rapat …
Kau melangkahkan kakimu dengan gemetar,
mendekat dan terus mendekat …
Tak ada yang berkata-kata…
semua hening tanpa suara…
Kau arahkan pandanganmu kewajah sosok mayat itu,
sambil kedua tanganmu menyingkapikatan kain kafan di wajahnya…
Ketika kafan terbuka,
ketika wajah keriput itu terlihat …
kini kau tahu… ?
 
itulah wajah yang tersenyum tulus
saat kau lahir dengan tangisanmu,
itulah wajah yang cemberut
saat kau berulah dengan kenakalanmu,
itulah wajah yang mencium dahimu
saat pertama kau beranjak sekolah,
itulah wajah yang tertawa gembira
saat melihatmu melangkahkan kaki-kaki kecilmu…
itulah wajah yang pernah menangis karena bentakanmu…
itulah wajah yang basah dengan air mata untuk mendoakan kebaikan bagimu …
itulah wajah yang tak kau pedulikan saat sakit dideritanya…
ya, ITULAH WAJAH BUNDAMU
Kini dia tak lagi bisa memelukmu,
tangannya kaku…
Kini tak lagi ia bisa menggendongmu,
kaki-kaki tuanya pun kaku …
Kini dia tak bisa lagi menciummu,
dia tak bisa lagi menghardikmu,
dia tak bisa lagi mengomelimu,
di tak bisa lagi cerewet padamu …
Puaskah engkau kini???!!!

Tak bisa lagi kau mencium telapak kakinya …
tak ada lagi untaian doa mustajab yang bisa kau pinta …
tak ada lagi senyum gembira saat kau pulang ke rumah itu …
Kini kau campakkan jasad Bundamu di liang itu sendiri…
Kini kau timbun jasad rahim yang mengandungmu …
Kau tumpahkan tanah-demi-tanah menimbun jasad lelah Bundamu …
Kau pendam jasad Bunda yang dulu menimang-nimangmu …

Tak ada lagi tangan seorang Bunda untuk kau cium,
tak ada lagi doa Bunda yang bisa kau pinta …
Tak ada… tak ada… tak ada. . .
Kenapa kau tak ingin mendo’akan ibumu… ibumu… ibumu dan ayahmu…?
 
Dikutip dari : Ummatipress.com
Imron Rosadi

Thursday, May 9, 2013

Renungan Milad



umur, renungan, ultah, perayaan ulang tahun

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat 

Sesungguhnya hitungan nafas kita telah di tetapkan
Dentingan detik tlah di perhitungkan
Semuanya akan pergi tak akan bisa kembali

Alhamdulillah YA ALLAH Engkau masih memberiku kesempatan buat memperbaiki diri
Agar gak termasuk orang yang merugi apalagi celaka..dihari pembalasan nanti
Beri hambaMU ini kekuatan untuk menjalani hidup nie Tuk mendapatkan Ridho Illahi
Walau kadang hamba sering lupa diri keasyikan dengan urusan duniawi

Banyak orang dengan datangnya ultah mereka malah merayakannya dengan hura - hura sampe lupa dengan Sang Maha Kuasa 
Padahal dengan bertambahnya umur kita otomatis jatah hidup kita di dunia semakin berkurang
Semakin dekat dengan kematian yang akan di mintai pertanggungan jawab
Atas amanat umur yang di berikan kepadanya

YA ALLAH ampunilah semua dosa - dosa yang tlah q perbuat di hari kemarin 
Sering melalaikan perintah MU 
Beri hamba kekuatan buat menjalani sisa umur nie tuk berbuat kebaikan semakin mendekatkan diri kepadaMU
Semoga kesuksesan dunia dan akherat dapat q raih 
Amin amin amin yarobbal'alamin

Tuesday, May 7, 2013

Hilangkan Kebiasaan Mengeluh



mengeluh, dilarang, enjoy, menghadapi masalah

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali!

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan!

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan!

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya!

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup!

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat!

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul!

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan!

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan!

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan sepertimu!

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa…!

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,

Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Allah swt  bahwa kamu masih diberiNya kesempatan hidup, dan menikmati hari-harimu…..

Sunday, June 3, 2012

Sebuah Renungan Tentang Umur

renungan, ulang tahun, ultah,umur
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat 
Sesungguhnya hitungan nafas kita telah di tetapkan
Dentingan detik tlah di perhitungkan
Semuanya akan pergi tak akan bisa kembali
 
Alhamdulillah YA ALLAH Engkau masih memberiku kesempatan buat memperbaiki diri
Agar gak termasuk orang yang merugi apalagi celaka..dihari pembalasan nanti
Beri hambaMU ini kekuatan untuk menjalani hidup nie Tuk mendapatkan Ridho Illahi

Walau kadang hamba sering lupa diri keasyikan dengan urusan duniawi
 
Banyak orang dengan datangnya ultah mereka malah merayakannya dengan hura - hura sampe lupa dengan Sang Maha Kuasa 
Padahal dengan bertambahnya umur kita otomatis jatah hidup kita di dunia semakin berkurang
Semakin dekat dengan kematian yang akan di mintai pertanggungan jawab
Atas amanat umur yang di berikan kepadanya
 
YA ALLAH ampunilah semua dosa - dosa yang tlah q perbuat di hari kemarin
Sering melalaikan perintah MU
Beri hamba kekuatan buat menjalani sisa umur nie tuk berbuat kebaikan semakin mendekatkan diri kepadaMU
Semoga kesuksesan dunia dan akherat dapat q raih
Amin amin amin yarobbal'alamin