Pemahaman tentang mencium tangan orang alim dan ziarah
Mencium tangan kepada GURUataupun orang tua merupakan salah satu wujud adab kita terhadap mereka, ingin lebih lengkap dengarkan file mp3nya download
Saturday, August 4, 2012
Kajian Ramadhan 1433 H bersama Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus
Kajian rutin pada bulan Ramadhan 1433 H bersama Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus kali ini akan membahas tentang Kisah kisah dari Nabi Yusuf , acara ini rutin setiap malam setelah sholat isya' dan tarawih di Majlis Ar Raudhah, bagi yang tidak bisa hadir di sana bisa menyimak dari radio alhidayah ataupun video streamingnya di Ar-raudhah.info atau di Justin.tv, untuk rekamannya bisa di download di bawah ini terima kasih.
- Kajian tanggal 21 Juli 2012
- Kajian tanggal 25 Juli 2012
- Kajian tanggal 26 Juli 2012
- Kajian tanggal 27 Juli 2012
- Kajian tanggal 28 Juli 2012
- Kajian tanggal 29 Juli 2012
- Kajian tanggal 30 Juli 2012
- Kajian tanggal 31 Juli 2012
- Kajian tanggal 1 Agustus 2012
- Kajian tanggal 2 Agustus 2012
- Kajian tanggal 3 Agustus 2012
- Kajian tanggal 4 Agustus 2012
- Pengajian tanggal 5 Agustus 2012
Mungkin sahabat ada yang punya lebih lengkap mohon linknya di tulis di komentar agar bisa saling berbagi kepada yang lainnya.
Wednesday, August 1, 2012
Ceramah KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi

KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi merupakan putera dari Kyai Utsman Al-Ishaqi. Beliau mengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri Pondok Pesantren Al-Fithrah yang diasuh Kiai Ahmad Asrori, putra Kiai Utsman Al-Ishaqy. Nama Al-Ishaqy dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.
Untuk mendengarkan kembali ceramah beliau bisa di download dulu dibawah ini :
Saturday, July 28, 2012
Jangan Memandang Sebelah Mata

Sahabatku semuanya dari ilustrasi gambar diatas ada beberapa hal yang bisa diambil sebuah HIKMAH atau pelajaran ketika kita di hadapkan dengan sebuah masalah hendaknya kita mendengarkan dan melihat fakta apa yang sebenarnya terjadi, jangan sampai baru mendengarkan atau melihat dari kesaksian seseorang lantas kita langsung menyimpulkan hal tersebut tanpa mendengarkan orang lain menyampaikan pendapatnya.
Pada saat ini sudah banyak orang yang tidak mau mendengarkan pendapat orang lain terlebih dahulu dan bahkan hanya ingin menang sendiri tanpa ada toleransi sedikitpun, padahal jika di bicarakan bersama niscaya akan mendapatkan jalan keluar yang terbaik untuk kepentingan bersama
Wednesday, July 25, 2012
Melatih Anak Berpuasa

Sebuah gambaran yang unik seringkali ditemui di jalan - jalan dan sekolahan. Kita sering melihat anak usia sepuluh tahunan, atau bahkan lebih dari itu yang dengan ringan menikmati makanan dan minuman yang segar di siang hari Ramadhan. Tentu kita bertanya-tanya dalam hati, apakah yang membuat sang anak tersebut tidak berpuasa di hari-hari Ramadhan ini ?.Seandainya saja karena sakit dan kondisi fisik yang lemah, tentulah kita tidak akan mempermasalahkannya.Karena jangankan anak kecil, orang dewasa yang sakitpun dibolehkan untuk berbuka oleh syariat Islam yang indah dan manusiawi. Maka pertanyaan selanjutnya adalah, apakah anak tersebut tidak pernah dilatih dan diperintahkan berpuasa oleh orang tua mereka ? Inilah yang akan sedikit kita bahas dan renungkan pada kesempatan kali ini. Bagaimana sesungguhnya Islam memberikan pandangan seputar anak-anak dan puasa Ramadhan.
Mungkin ada sebagian orang tua yang akan dengan mudah beralasan bahwa syariat Islam tidak mewajibkan anak-anak untuk berpuasa, sehingga tidak perlu tergesa-gesa menyuruh mereka berpuasa sebelum waktunya atau sampai usia baligh. Alasan ini memang terlihat benar pada satu sisi, karena tidak ada kewajiban ibadah apapun –begitu pula puasa Ramadhan- kepada mereka yang belum baligh.
Lalu apakah kita harus menunggu anak tersebut dewasa.? Tentunya tidak, karena Ibadah dijalankan dengan ringan karena ada latihan dan pembiasaan. Begitu pula dan apalagi ibadah puasa yang sangat dominan sisi fisiknya. Jika tidak dibiasakan sejak dini, maka penundaan dari tahun ke tahun hanyalah mengakibatkan kesulitan yang bertambah-tambah. Pepatah hikmah mengatakan dengan indahnya, bahwa mendidik anak saat kecil bagaikan mengukir di atas batu. Susah memang tapi masih memungkinkan untuk dilakukan. Sedangkan mendidik orang tua bagaikan mengukir di atas air, hampir-hampir tidak pernah kita bayangkan bagaimana melakukannya.
Lalu bagaimanakah cara kita untuk mengenalkan dan melatih anak-anak kita berpuasa ?
Setidaknya ada lima hal yang perlu kita cermati dalam masalah ini. Semoga kita bisa menjalankannya dengan baik dan istiqomah
Pertama : Memberikan pemahaman ringan seputar Puasa
Sungguh anak kecil usia tujuh tahun bahkan kurang, pada saat ini telah mampu dengan mudah untuk diajak dialog. Semakin ia mengetahui alasan dan pentingnya berpuasa, maka akan semakin mudah melatihnya berpuasa. Anak-anak kita pun akan menjalankannya dengan lebih ringan saat meyakini apa yang dilakukannya berpahala.
Kedua : Memberikan Motivasi
Kedua : Memberikan Motivasi
Kebiasaan yang berlaku disekitar kita adalah memberikan hadiah kepad a mereka yang bisa menuntaskan puasanya dengan sempurnya. Maka jumlah hadiah disesuaikan dengan jumlah hari mereka berpuasa.Kebiasaan ini tidak sepenuhnya salah, namun motivasi disini tidak harus berupa barang dan materi yang itu-itu saja. Mungkin saja kita bisa arahkan ke hadiah yang lebih baik dari itu semua, misalnya diberikan uang untuk bersedekah, uang untuk membeli buku.
Ketiga : Persiapan Puasa yang Matang
Ketiga : Persiapan Puasa yang Matang
Anak-anak kita dalam masa pertumbuhan yang sangat sensitif, mereka membutuhkan asupan gizi yang cukup. Jangan jadikan puasa sebagai hal yang membuat mereka kekurangan gizi dan menjadi lemah. Karenanya para orangtua hendaknya berlaku serius dalam mempersiapkan hidangan sahur bagi putra-putrinya.Pastikan bahwa mereka akan mampu menjalaninya dengan baik,
Keempat adalah : Membuat Kesibukan yang Menyenangkan
Keempat adalah : Membuat Kesibukan yang Menyenangkan
Berpuasa seharian bagi sebagian besar anak kecil adalah sesuatu yang berat dan sangat menyiksa diri. Kita tidak bisa membiarkan mereka larut dalam kondisi demikian. Karenanya perlu dilakukan langkah dan upaya untuk menyibukkan mereka agar lalai dari rasa lapar dan dahaga.misalnya kita sibukkan mereka dengan cara di ajak bermain.
Kelima kita harus meyakini pentingnya : Bertahap dalam Latihan berpuasa
Kelima kita harus meyakini pentingnya : Bertahap dalam Latihan berpuasa
Rasulullah SAW telah memberikan panduannya saat memerintahkan kita untuk mengajarkan anak kita melakukan ibadah sholat, ini sesuai dengan Sabda Rosulullah yang artinya “Perintahkanlah anak-anakmu untuk sholat saat usia tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mengerjakannya) saat usia sepuluh tahun “ (HR Abu Daud).
Maka hendaknya latihan puasa dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan, dari tahun ke tahun ditargetkan ada peningkatan. Karenanya memulai sejak usia dini merupakan salah satu langkah sukses menuju tahapan-tahapan selanjutnya. Kebiasaan masyarakat kita yang mengistilahkan “ puasa sambung “ dan “puasa mbedhug” atau berbuka saat dhuhur menjelang dan melanjutkan puasa setelahnya, ini menunjukkan sebenarnya langkah positif ini sudah dianut masyarakat kita dalam mengenalkan anak-anaknya berpuasa. Sekarang tinggal kita kembali menganjurkan kepada mereka yang masih acuh tak acuh dan meremehkan masalah ini, agar segera tersadar dan bersegera melatih anaknya untuk berpuasa.
Maka hendaknya latihan puasa dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan, dari tahun ke tahun ditargetkan ada peningkatan. Karenanya memulai sejak usia dini merupakan salah satu langkah sukses menuju tahapan-tahapan selanjutnya. Kebiasaan masyarakat kita yang mengistilahkan “ puasa sambung “ dan “puasa mbedhug” atau berbuka saat dhuhur menjelang dan melanjutkan puasa setelahnya, ini menunjukkan sebenarnya langkah positif ini sudah dianut masyarakat kita dalam mengenalkan anak-anaknya berpuasa. Sekarang tinggal kita kembali menganjurkan kepada mereka yang masih acuh tak acuh dan meremehkan masalah ini, agar segera tersadar dan bersegera melatih anaknya untuk berpuasa.
Labels:
melatih anak,
puasa,
puasa ramadhan,
puasa untuk anak,
ramadhan,
tips anak
Thursday, July 19, 2012
Harlah GP Ansor ke 78
Acara ini merupakan puncak dari acara Harlah GP Ansor ke 78 yang di laksanakan tanggal 18 Juli 2012 di Manahan , Solo yang di hadiri oleh Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf, Bp Hatta Rajasa ( Menko Perekonomian ), Bp Dahlan Iskan ( Menteri BUMN RI ), dan dimeriahkan juga dengan penampilan yang sudah tidak asing lagi yaitu Dalang H Enthus Susmono berikut ini ada sedikit dokumentasi dalam acara tersebut untuk rekaman Sholawatan bersama Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf bisa sahabat download SHOLAWATAN dan untuk File Foto silahkan FOTO ada 39 file foto silahkan di ektrak terlebih dahulu jika ingin membukanya, kalau belum punya WIN RAR monggo DOWNLOAD WINRAR
Dibawah ini preview foto dalam file tersebut, untuk lengkapnya silahkan download file tadi, soale kalau tak taruh sini semua gambarnya nanti membuka blognya agak lama terima kasih.
![]() |
| Harlah GP Ansor ke 78 |
![]() |
| Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf |
![]() |
| Habib Syekh & Bp Dahlan Iskan |
![]() |
| Habib Syekh & Bp Dahlan Iskan |
![]() |
| H Enthus |
![]() |
| Habib Syekh & H Enthus |
![]() |
| H Enthus |
![]() |
| Banser |
![]() |
| Habib Syekh & Bp Dahlan Iskan |
![]() |
| Kang Reza |
![]() |
| Hadroh |
![]() | |||||
| Wayang |
Monday, July 16, 2012
Ceramah H Seno Hadi Sumitro
Rutinan Senin malam tanggal 16 Juli 2012 ( Full Version )
Kalau cuma ingin mendengarkan ceramahnya H Seno Hadi Sumitro tentang puasa Download Ceramah H Seno Hadi Sumitro
Kalau cuma ingin mendengarkan ceramahnya H Seno Hadi Sumitro tentang puasa Download Ceramah H Seno Hadi Sumitro
Labels:
alhidayah,
h seno hadi sumitro,
Majlis Alhidayah,
Rutinan
Subscribe to:
Posts (Atom)












