| INDAHNYA SALING BERBAGI

Thursday, September 13, 2012

Puisi KH A Mustofa Bisri ( Gus Mus )

gus mus, kh mustofa bisri, budayawan, kyai nu, kyai jawa timur, puisi gus mus
KH. A. Mustofa Bisri, kini Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang dan menjadi Rais Syuriah PBNU. Dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Belajar di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dan Universitas Al-Azhar Kairo, disamping di pesantren ayahnya sendiri, Raudlatuth Tholibin Rembang. Disamping budayawan, dia juga dikenal sebagai penyair. Berikut ini ada beberapa karya KH. A. Mustofa Bisri
  1. Sujud
  2. La Ilahaillah 
  3. Kaum beragama negeri ini
  4. Di pelataran agungmu nan lapang
  5. Aku harus bagaimana
  6. Basrah
  7. Dzikir Malam
  8. Gelombang gelap
  9. Idul fitri
  10. Lirboyo

Tuesday, September 11, 2012

Sholawatan di Sragen

Pengajian Akbar dan Sholawatan Bareng HABIB SYECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF di Alun-Alun Sragen pada 11 September 2012 dalam rangka pelantikan PCNU GP Ansor IPNU-IPPNU Kabupaten. Sragen

Design Kalender 2013

Ingin membuat kalender buat organisasi, kantor, ataupun segala keperluan anda, tapi tidak mau susah untuk membuat design atau Tidak punya waktu untuk mendesain? Ribet melihat angka-angka? Di GUBUG DIGITAL akan membantunya.
Kami siapkan template KALENDER 2013, SIAP PAKE...!
  • Format COREL DRAW.
  • Ada 2 desain : Umum (kal nasional) & Jawa (legi-pahing) + Hijriyah, lengkap dengan hari libur nasional dan cuti bersama
  • Bisa diedit desain, background dan font nya (disertakan master font, agar tidak missing font)
Hanya dengan donasi Rp 100.000,- anda sudah mendapatkan Desain kalender 2013 dalam format Corel Draw.

Cara Order:
1. Pesan melalui SMS, ke : 085 77 66 222 03
2. Kami akan memberikan nomor rekening untuk transfer pembayarannya
3. Setelah transfer, konfirmasi pembayaran melalui SMS, dan sertakan alamat email Anda.
4. Kami kirimkan desain (atau link download & passwordnya) melalui email.

Bagi sahabatku semuanya yang ingin pesan kalender 2013 bisa melihat daftar harganya dibawah ini :
kalender 2013, design kalender 2013, kalender murah
 Keterangan:
  •   Jenis Kertas yang dipakai :
-          Kal. Tahunan : Art Carton 210 gsm
-          Kal. Semester, Catur Wulan, Tri Wulan, Dwi Wulan : Art Paper 150 gsm
-          Kal. Kerja Bulanan : HVS 80 gsm
  • Ukuran Kalender :
-          50 dan 100 eksemplar : 32,5 x 48 cm
-          500 eksemplar / lebih  : 35 x 52 cm
  •   Harga di atas sudah termasuk GRATIS biaya desain, dan klem seng
  •  Harga di atas belum termasuk ongkos kirim (GRATIS ongkos kirim untuk wilayah tertentu)
  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan harga bahan yang dipakai, untuk kalender meja, silakan hubungi marketing kami di 0272 – 31 222 63  /  085 77 66 222 03
Informasi lebih lanjut bisa di lihat disini Price List Cetak Kalender

Wednesday, September 5, 2012

Pengajian KH Anwar Zahid

kh anwar zahid, pengajian lucu, ceramah lucu, pengajian kh anwar zahid, pengajian kh anwar zahid bojonegoro

K.H. Anwar Zahid yang terlahir di dukuh Patoman desa Simorejo kec. Kanor kab. Bojonegoro, walau hanya populer meliputi Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan kadang ke daerah Blora ini, tapi ketika musim orang punya hajat seperti nikahan, khitanan, ataupun ada acara peringatan hari besar islam maka jadwal beliau pasti padat dan jika ingin mengundangnya untuk mengisi acara pengajian dalam acara tersebut harus pesan jauh jauh dari hari "H" pelaksanaan acaranya,

Banyak orang yang suka dengan ceramah KH Anwar Zahid karena kadang bahkan sering dalam ceramahnya ada beberapa lawakan yang bikin orang tertawa, namun juga tidak mengesampingkan inti pengajiannya, berikut ini ada sedikit koleksi ceramah KH Anwar Zahid silahkan di download dan di sebarluaskan terima kasih juga pada Bapak Muhammad Tasir Hidayat Harahap  yang telah memberikan izin share linknya di sini.
  1. KH Anwar Zahid dalam acara Walimatul Ursy dan Halal Bi Halal
  2. KH Anwar Zahid - Ramadhan
  3. KH Anwar Zahid - Keutamaan Wanita
  4. KH Anwar Zahid - Keutamaan Dzikir dan Sholat malam
  5. KH Anwar Zahid - Isro' Mi'roj
  6. KH Anwar Zahid - Berbakti kepada Kedua Orang tua
  7. KH Anwar Zahid - Wisata rohani di Tuban
  8. KH Anwar Zahid - Menyambut Ramadhan dan HUT RI
  9. KH Anwar Zahid - Berteman dengan ALLAH
  10. KH Anwar Zahid - Pengajian Isro' Mi'roj di Baureno
  11. KH Anwar Zahid - Menjadi manusia Qonaah
  12. KH Anwar Zahid - Nuzulul Quran
  13. KH Anwar Zahid - Pengajian peresmian jembatan di Tuban

Wednesday, August 8, 2012

Jurus Jurus Takwa

bedah buku, jurus jurus takwa, habib novel

Seorang lelaki berkata kepada temannya " Rezeki tidak bakal datang kecuali lewat usaha dan pekerjaan"

"Rezeki ada dalam kekuasaan Allah , usaha, kegiatan dan pekerjaan hanyalah salah satu penyebab datangnya rezeki, Allah memberikan rezekiNYA dengan atau tanpa sebab" jawab temannya yang memiliki keimanan.

"Rezeki tidak akan pernah dapat diperoleh kecuali dengan bekerja dan berusaha" kata orang itu
"Sudah kukatakan padamu bahwa pekerjaan dan usaha hanyalah sebab, Allah lah sesungguhnya rezeki"
 " Baiklah jika ucapanmu benar, duduklah di tempatmu ini dan aku akan berusaha dan bekerja, coba kita lihat nanti siapa yang akan mendapatkan rezeki"
"Silahkan"
Lelaki itu lalu keluar baru sampai di dekat pintu rumah telah memperoleh sebuah apel, ia membawa apel itu dan memberikannya kepada temannya, "Lihatlah bagaimana usahaku membuahkan hasil, karena aku berusaha dan bekerja,makanya mendapatkan rezeki. Makanlah apel itu"

Temannya membiarkannya hingga selesai berbicara kemudian berkata " Sekarang coba lihat siapa yang sebenarnya mendapatkan rezeki?"

"Aku, karena aku mau berusaha"
" Mana rezekimu? akulah yang memakan apel ini, aku yang memperoleh rezeki, kau tidak memperoleh apa apa.Kau hanyalah seorang pembantu, kau pergi hanya mengambilkan rezekiku , meski aku duduk dirumah tapi Allah memberiku apel.Sedangkan kau yang pergi dan berusaha, tapi pulang dengan tangan kosong Allah hanya menjadikan kau sebagai pembantu dan tidak memberimu apa apa mana rezekimu?"

Lelaki itu tertunduk, merenung ia lalu berkata" La ilaha ilallah, benar sekali ucapanmu.Kau duduk di rumah tetapi mendapatkan apel sedangkan aku pergi dan berusaha tapi tidak memperoleh apa apa.

Cerita tersebut saya kutip dari buku " Jurus Jurus Takwa" karya Habib Novel Bin Muhammad Alaydrus yang beberapa waktu yang lalu mengisi  Pengajian pada Malam Khotmil dan Nuzulul Qur'an dan Launching Buku "Jurus-Jurus Takwa" di Masjid PLN Purwosari bagi yang penasaran ingin memiliki dan membacanya silahkan datang saja ke Majlis Ar Raudhah yang bertempat  di Jln Dewutan No 112 Semanggi Pasar Kliwon Solo.Untuk download mp3 ketika bedah buku "Jurus Jurus Takwa" silahkan DOWNLOAD JURUS JURUS TAKWA

Kewajiban Menuntut Ilmu

ilmu, kewajiban, menuntut ilmu
Menuntut ilmu itu wajib. Jika dilakukan, maka ia bernilai ibadah. Bahkan, dalam sebuah haditsnya, Rasulullah Saw menegaskan, orang yang pergi untuk menuntut ilmu sama dengan membuka jalan menuju surga.
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga dan sesungguhnya para malaikat  membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu…” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah).
“Barangsiapa  keluar (pergi) untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sehingga kembali” (HR. Tirmidzi).
Rasulullah Saw juga menjelaskan lima golongan manusia terkait ilmu, yang celaka adalah golongan kelima.
Qoolan Nabiyu Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Kun ‘aliman, au muta’alliman, au mustami’an, au muhibban. Walam takun khomisan, fatahlik.
“Nabi Saw bersabda: Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).
Rasul Saw memerintahkan umatnya menjadi ‘Alim (orang berilmu, guru, pengajar). Jika belum sanggup,  jadilah Muta’ammilan (orang yang menuntut ilmu, murid, pelajar, santri) atau menjadi pendengar yang baik (Mustami’an), paling tidak menjadi Muhabban –pecinta ilmu, simpatisan pengajian, donator lembaga dakwah dan pendirikan dengan harta, tenaga, atau pikiran, atau mendukung majelis-majelis ilmu.
Rasul Saw menegaskan, jangan jadi orang kelima (Khomisan), yaitu tidak jadi guru, murid, pendengar, juga tidak menjadi simpatisan atau supporter. Celakalah golongan kelima ini. “Fatahlik!”
1.      Menjadi Orang yang ‘alim : Menjadi orang yang bisa  mengajarkan dan mengamalkan ilmunya , orang alim bukan hanya dia yang memakai baju koko, peci atau pun sarung tapi lebih di nilai dari hatinya yang bersih dari berbagai macam penyakit hati missal : iri, dengki, sombong,sebab kalau hanya di nilai penampilan fisik ada juga yang menipu contohnya ada orang yang pakai baju rapi pakai peci tapi malahan kena masalah di peradilan gara gara melanggar hukum dan tak sedikit pula orang yang Cuma berpakaian ala kadarnya tapi malah taat pada aturan agama.
2.      Menjadi Murid ( Penuntut Ilmu ) : Menuntut ilmu itu merupakan kewajiban setiap muslim baik itu laki laki maupun perempuan, trus kapan kewajiban menutut ilmu itu?, dalam sebuah hadits yang di riwayatkan Muslim “Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat”jadi selama kita masih hidup kewajiban tersebut tetap masih berlaku di mana saja dan kapan saja kita berada, menuntut ilmu tidak harus di sekolah tapi bisa juga di pesantren, majlis taklim, mengikuti pengajian setiap sore bagi anak anak tapi jangan Cuma di bulan ramadhan saja tapi setelah ramadhan juga harus rutin ngaji.
3.      Menjadi Pendengar : Dalam hal ini bukan Cuma mendengarkan dari ceramah para ustadz tapi juga bisa melihat keadaan alam di sekitar kita yang dapat kita ambil pelajaran darinya, misalkan Nyamuk, hewan yang dituding membawa banyak penyakit mematikan ini.. Padahal karena adanya Nyamuk lah manusia membuat banyak anti-Nyamuk, mendirikan pabrik-pabrik, menciptakan begitu banyak penelitian dan mampu menghadirkan banyak lapangan kerja, karena Nyamuk banyak manusia bisa hidup, coba bayangkan kalau di sekitar kita tidak ada nyamuk sama sekali berapa orang yang bisa kehilangan pekerjaan, buat apa memproduksi anti nyamuk sedangkan nyamuknya saja tidak ada, Dalam menghisap darah hanya secukupnya kalau tidak mau celaka karena kalau terlalu kenyang tidak kan bisa terbang dan akhirnya mati di tangan manusia, dari peristiwa itu kita sebagai manusia tidak boleh serakah bila tidak ingin celaka, jangan sampai mengambil yang bukan haknya.

4.      Pencinta Ilmu : Mereka yang suka dengan di adakannya majlis majlis ilmu, memfasilitasi dengan apa yang dia punya baik harta, tenaga maupun pikiran, dalam hal ini peran orang tua juga berpengaruh terhadap perkembangan ilmu anaknya, jangan sampai Cuma membiarkan anaknya tanpa adanya pengawasan dari orang tua terutama dalam ilmu agama yang harus di tanamkan sejak dini , dengan cara kenalkan anak tersebut tentang ilmu agama bila tidak mampu sendiri ya di titipkan ke TPA, atau sekolah yang pelajaran agamanya  lebih banyak daripada pelajaran umum, Alhamdulillah di desa desa masih ada TPA untuk menambah ilmu agama setelah belajar dari sekolah umum waktu paginya, Terkadang orang tua kwatir anaknya tidak bisa pelajaran matematika, bahasa inggris , fisika ataupun yang lainnya sehingga dengan rela mengeluarkan banyak uang untuk ikut privat ke bimbingan belajar dengan tujuan mereka bisa pandai dibandingkan dengan anak yang lainya, tapi apakah orang tua tua sama khawatirnya apabila anaknya tidak bisa ilmu agama padahal itu hal yang sangat penting untuk keselamatan di dunia maupun di akherat kelak.
5.      Dan jangan sampai termasuk dalam golongan orang yang “Fatahlik”