Kajian Ar Raudhah 6 Desember 2013 Memuji Nabi Muhammad
Kajian Ar Raudhah 13 Desember 2013 Dalil dan Contoh Memuji Nabi Muhammad
Kajian Ar Raudhah 20 Desember 2013 Akhlak nabi terhadap tetangga
Kajian Ar Raudhah 27 Desember 2013 Taman taman surga
Kisah sang rosul versi 1 Versi 2
Friday, December 27, 2013
Wednesday, December 18, 2013
Kursus Pesholatan di Ar Raudhah
nKursus Pesholatan di Ar Raudhah setiap hari rabu dan kamis mulai ba'da magrib sampai isya' monggo bagi yang belum bisa datang langsung ke MARKAS AR RAUDHAH bisa menyimak kembali via mp3 maupun video, kunjungi pula website resmi AR RAUDHAH untuk mendapatkan mp3 yang versi asli belum di konvert.
- Kursus pesholatan Jenis Thoharah Bag 1 4 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan Jenis Thoharoh Bag 2 5 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan Jenis Thoharoh Bag 3 11 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan Jenis Thoharoh Bag 4 12 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan hadats kecil 18 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan hadats besar 19 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan Bersuci secara umum 25 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan Hadats besar bag 2 26 September 2013 ( 4shared )
- Kursus pesholatan Hadats Kecil dan Hadats Besar 1 Oktober 2013
- Kursus pesholatan Wudhu 2 Oktobet 2013
- Kursus pesholatan Macam macam mandi sunah 8 Oktober 2013
- Kursus pesholatan edisi khusus Membahas Qurban 9 Oktober 2013
- Kursus pesholatan 13 November 2013
- Kursus pesholatan 19 November 2013
- Kursus pesholatan 20 November 2013
- Kursus pesholatan 26 November 2013
- Kursus pesholatan 27 November 2013
- Kursus pesholatan 03 Desember 2013
- Kursus pesholatan 10 Desember 2013
- Kursus pesholatan 11 Desember 2013
- Kursus pesholatan 17 Desember 2013
- Kursus pesholatan 18 Desember 2013
Friday, December 13, 2013
Sholawat Habib Syekh bulan November dan Desember
Rutinan di Bustanul Asyiqin 13 November 2013
Rutinan di Gedung Bustanul Asyiqin 20 November 2013
Rutinan di Gedung Bustanul Asyiqin 27 November 2013
Sholawatan di Ponpes Nurul Islam Ngresep Ngemplak 10 Desember 2013
Rutinan di Bustanul Asyiqin 11 Desember 2013
Sholawatan bersama Habib Syekh di PP Langitan 12 Desember 2013
Rutinan di Gedung Bustanul Asyiqin 20 November 2013
Rutinan di Gedung Bustanul Asyiqin 27 November 2013
Sholawatan di Ponpes Nurul Islam Ngresep Ngemplak 10 Desember 2013
Rutinan di Bustanul Asyiqin 11 Desember 2013
Sholawatan bersama Habib Syekh di PP Langitan 12 Desember 2013
Buku Sirrul Asrar
YUk milik segera Buku terbaru karya Habib Novel bin muhammad alaydrus yang berjudul " Sirrul Asrar . Rahasia dari semua rahasia " yang diterjemahkan dari karya Syaikh Abdul Qodir Al Jilani .
Muhiddin Syaikh "Abdul Qodir al jilani Rahimahullah yeng semenjak bayi tidak mau minum ASI sang ibu di siang hari Ramadhan, memiliki banyak karya yang bernilai tinggi. Sirrul Asrar diantaranya, kendati tidak terlampau tebal, buku ini syarat dengan mutiara ilmu yang membuat kita menyadari dari mana kita berasal dan ke mana kita harus melangkah.
Melalui buku ini , sang Syaikh Rahimahullah memaparkan secara gamblang jalan ruhani menuju kebahagiaan sejati. beliau Rahimahullah berkata :" Tempuhlah jalan orang orang saleh dan kembalilah kepada Tuhan kalian bersama kafilah ruhaniyah , sebab tidak lama lagi jalan itu akan ditutup, dan kalian tidak akan menemukan teman perjalanan menuju negeri asal, kita datang di dunia yang rendah dan rusak ini bukan untuk bersantai santai dabn bukan pula untuk makan dan minum memuaskan diri dengan keinginan keinginan buruk nafsu"
Dapatkan pula buku buku MEMBENTENGI AKIDAH ada 8 Judul buku
Untuk mendapatkan buku buku ini Ini caranya sangat mudah cukup pesan lewat inbox ke Markun atau sms atau call ke 085642229312 , apalah artinya sebuah jumlah uang yang kita keluarkan kalau di bandingkan dengan manfaat yang kita dapatkan pastilah tidak akan menyianyiakan kesempatan ini
Muhiddin Syaikh "Abdul Qodir al jilani Rahimahullah yeng semenjak bayi tidak mau minum ASI sang ibu di siang hari Ramadhan, memiliki banyak karya yang bernilai tinggi. Sirrul Asrar diantaranya, kendati tidak terlampau tebal, buku ini syarat dengan mutiara ilmu yang membuat kita menyadari dari mana kita berasal dan ke mana kita harus melangkah.
Melalui buku ini , sang Syaikh Rahimahullah memaparkan secara gamblang jalan ruhani menuju kebahagiaan sejati. beliau Rahimahullah berkata :" Tempuhlah jalan orang orang saleh dan kembalilah kepada Tuhan kalian bersama kafilah ruhaniyah , sebab tidak lama lagi jalan itu akan ditutup, dan kalian tidak akan menemukan teman perjalanan menuju negeri asal, kita datang di dunia yang rendah dan rusak ini bukan untuk bersantai santai dabn bukan pula untuk makan dan minum memuaskan diri dengan keinginan keinginan buruk nafsu"
Dapatkan pula buku buku MEMBENTENGI AKIDAH ada 8 Judul buku
- Ulama sejagad menggugat salafi wahabi
- Mengenal lebih dekat AL Habib Abdullah bin alawi AL Haddad
- Sejarah berdarah sekte salafi wahabi
- Mendidik anak dengan benar
- Kang santri
- Mereka memalsukan kitab kitab karya ulama klasik
- Wasiat para wali dan sholihin
- Cahaya Hati
Koleksi Buku yang lain
Untuk mendapatkan buku buku ini Ini caranya sangat mudah cukup pesan lewat inbox ke Markun atau sms atau call ke 085642229312 , apalah artinya sebuah jumlah uang yang kita keluarkan kalau di bandingkan dengan manfaat yang kita dapatkan pastilah tidak akan menyianyiakan kesempatan ini
Monday, November 25, 2013
Pengajian Akbar di Monas 25 November 2013
Suasana MONAS malam ini 25 November 2013 bersama Habib Umar bin Hafidz , Ulama ulama serta penuh dengan manusia manusia yang merindukan syafaat Rosulullah SAW semoga kita mendapatkan keberkahan dari majelis tersebut dan tergolong menjadi umat yang mencintai dan di cintai Sayyidina Muhammad SAW aamiin
Doa Habib Umar bin Hafidz.
"Tidak ada bersama kami dan bersama kalian melainkan hanyalah Allah...
Dialah yang Maha Menjawab sendiri-Nya...
Dialah yang menganugerahi sendiri-Nya...
Dialah yang mengurniakan kebahagiaan sendiri-Nya...
Dialah yang memberikan kejayaan sendiri-Nya...
Dialah yang memberi kelepasan daripada api neraka sendiri-Nya...
Dialah yang memberikan Husnul Khotimah sendiri-Nya...
Dialah yang memberi ketetapan hati sendiri-Nya...
Dialah yang memberi ketetapan lidah sendiri-Nya...
Ya Allaah...
Hanya Engkaulah bagi kami...
Sungguh Engkaulah Pemilik kami...
Sungguh Engkaulah Tuhan kami...
Sungguh Engkaulah Pembantu kami...
Wahai sebaik-baik Pemilik... Wahai sebaik-baik Pembantu...
Sungguh Engkaulah tujuan kami...
Sungguh Engkaulah Pencipta kami...
Sungguh Engkaulah yang mewujudkan kami...
Sungguh Engkaulah dalam genggaman-Mu memerintah kami...
Kami adalah hamba-Mu...
Kami adalah ciptaan-Mu...
Kami adalah orang-orang miskin pada-Mu...
Kami adalah orang-orang faqir pada-Mu...
Kami sangat berharap kepada-Mu...
Kasihkanlah kami wahai Yang Maha Penyayang...
Muliakanlah kami wahai Yang Maha Mulia...
Hubungkanlah kami dengan kekasih yang mulia (Nabi Muhammad)...
Tetapkanlah kami di atas titian Sirot al-Mustaqim...
Wahai Tuhan, kumpulkah kami disini (dunia) dan kumpullah kami disana (Akhirat)...
Engkau memberikan tanpa peduli...
Engkau memuliakan tanpa peduli...
Engkau mengasihi tanpa peduli...
Engkau mengampuni tanpa peduli...
Engkau mendekatkan tanpa peduli...
Engkau menyucikan tanpa peduli...
Engkau menerangi tanda peduli...
Kasihilah kami...
Sucikanlah kami...
Terangilah kami...
Dekatkanlah kami...
Ampunilah kami...
Maafkanlah kami apa jua yang tersirat di dalam hati kami...
Baikkanlah pengakhiran hidup kami...
Himpunkanlah kami bersama Nabi Muhammad...
di Dunia, di Barzakh dan di Akhirat...
Ya Allaah... katakanlah Ya Allaah...
Kamu menjadi mulia dengan menyebut Ya Allah...
Berbahagialah dengan menyebut Ya Allah...
Ya Allaah.. Ya Allaah.. Ya Allaah...
Siapa yang mengajar kita untuk berkata 'Ya Allah'....
Siapa yang memberi kita kemampuan untuk berkata 'Ya Allah'....
Siapa yang memuliakan kita untuk berkata 'Ya Allah'....
Engkaulah Ya Allah... Engkaulah Ya Allah... Bagi-Mu Segala Kepujian...."
Dari Sahabat Fillah kita Akhina Ustadz Muhajir Afriqiy
Alhamdulillah acara Pengajian Akbar di Monas bersama Habib UMar Bin Hafidz sudah selesai semoga kita juga mendapatkan keberkahan dari majelis tersebut aamiin
Monggo bagi yang menginginkan rekamannya bisa download di bawah ini saya bagi menjadi 3 file
Sunday, November 24, 2013
Rekaman Majelis Majelis di Klaten
- Tausyiah Bpk Zahid di masjid raya klaten 21 September 2013
- Rutinan Popongan bersama KH Nur kholis 22 September 2013
- Rutinan Popongan KH Muwafiq Lamongan 27 Oktober 2013
- Acara 40 Hari KH Salman dahlawi di popongan Mencari gunu yang benar dan mencari keberkahannya
- Haflah Khotmil Qur'an di Klaten bersama Ustadz Soni Parsono 2 Desember 2012
- Pengajian Bahtsul Masail di Klaten 19 Oktober 2012
- Pengajian Ki Joko Goro Goro menyambut Hari Raya Idul Adha 1433 H
- Pengajian di Batur,Ceper,Klaten tanggal 26-Oktober-2011
- Pengajian di Kripik,Malangan,Tulung 30-Oktober-2011
- Pengajian di Cokro Tulung tanggal 10-November-2011
- Tausyiah Habib Novel bin muhammad alaydrus 5 November 2013 meningkatkan sholat jamaah
- Pengajian Akbar di Griya Prima Klaten 24 November 2013 Bersama KH Duri Azhari ( Full )
- Ceramah KH Duri Azhari di Griya Prima Klaten 24 November 2013
Saturday, November 23, 2013
Kitab Fiqih Muhammadiyah Karya KH Ahmad Dahlan
GURU DAN AMALIAH KH. AHMAD DAHLAN (MUHAMMADIYYAH) DAN KH. HASYIM AS’ARI (NU) ADALAH SAMA TIADA PERBEDAAN
Tulisan kali ini hendak mempertegas tulisan kami yang telah lalu berjudul “Sejarah Awal Muhammadiyah yang Terlupakan”, dimana banyak dari kita belum tahu atau sengaja melupakan sejarah awal Muhammadiyyah.
Secara ringkas kami katakan bahwa, KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah pada 18 November 1912/8 Dzull Hijjah 1330) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU pada 31 Januari 1926/16 Rajab 1344) adalah satu sumber guru dengan amaliah ubudiyah yang sama. Bahkan keduanya pun sama-sama satu nasab dari Maulana ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri).
Berikut kami kutip kembali ringkasan “Kitab Fiqih Muhammadiyyah”, penerbit Muhammadiyyah Bagian Taman Poestaka Jogjakarta, jilid III, diterbitkan tahun 1343 H/1925 M, dimana hal ini membuktikan bahwa amaliah kedua ulama besar di atas tidak berbeda:
1. Niat shalat memakai bacaan lafadz: “Ushalli Fardha...” (halaman 25).
2. Setelah takbir membaca: “Allahu Akbar Kabiran Walhamdulillahi Katsira...” (halaman 25).
3. Membaca surat al-Fatihah memakai bacaan: “Bismillahirrahmanirrahim”
4. Setiap shalat Shubuh membaca doa Qunut (halaman 27).
5. Membaca shalawat dengan memakai kata: “Sayyidina”, baik di luar maupun dalam shalat (halaman 29).
6. Setelah shalat disunnahkan membaca wiridan: “Istighfar, Allahumma Antassalam, Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x” (halaman 40-42).
7. Shalat Tarawih 20 rakaat, tiap 2 rakaat 1 salam (halaman 49-50).
8. Tentang shalat & khutbah Jum’at juga sama dengan amaliah NU (halaman 57-60).
KH. Ahmad Dahlan sebelum menunaikan ibadah haji ke tanah suci bernama Muhammad Darwis. Seusai menunaikan ibadah haji, nama beliau diganti dengan Ahmad Dahlan oleh salah satu gurunya, as-Sayyid Abubakar Syatha ad-Dimyathi, ulama besar yang bermadzhab Syafi’i.
Jauh sebelum menunaikan ibadah haji, dan belajar mendalami ilmu agama, KH. Ahmad Dahlan telah belajar agama kepada asy-Syaikh KH. Shaleh Darat Semarang. KH. Shaleh Darat adalah ulama besar yang telah bertahun-tahun belajar dan mengajar di Masjidil Haram Makkah.
Di pesantren milik KH. Murtadha (sang mertua), KH. Shaleh Darat mengajar santri-santrinya ilmu agama, seperti kitab al-Hikam, al-Munjiyyat karya beliau sendiri, Lathaif ath-Thaharah, serta beragam ilmu agama lainnya. Di pesantren ini, Mohammad Darwis ditemukan dengan Hasyim Asy’ari. Keduanya sama-sama mendalami ilmu agama dari ulama besar Syaikh Shaleh Darat.
Waktu itu, Muhammad Darwis berusia 16 tahun, sementara Hasyim Asy’ari berusia 14 tahun. Keduanya tinggal satu kamar di pesantren yang dipimpin oleh Syaikh Shaleh Darat Semarang tersebut. Sekitar 2 tahunan kedua santri tersebut hidup bersama di kamar yang sama, pesantren yang sama dan guru yang sama.
Dalam keseharian, Muhammad Darwis memanggil Hasyim Asy’ari dengan panggilan “Adik Hasyim”. Sementara Hasyim Asy’ari memanggil Muhammad Darwis dengan panggilan “Mas atau Kang Darwis”.
Selepas nyantri di pesantren Syaikh Shaleh Darat, keduanya mendalami ilmu agama di Makkah, dimana sang guru pernah menimba ilmu bertahun-tahun lamanya di Tanah Suci itu. Tentu saja, sang guru sudah membekali akidah dan ilmu fikih yang cukup. Sekaligus telah memberikan referensi ulama-ulama mana yang harus didatangi dan diserap ilmunya selama di Makkah.
Puluhan ulama-ulama Makkah waktu itu berdarah Nusantara. Praktek ibadah waktu itu seperti wiridan, tahlilan, manaqiban, maulidan dan lainnya sudah menjadi bagian dari kehidupan ulama-ulama Nusantara. Hampir semua karya-karya Syaikh Muhammad Yasin al-Faddani, Syaikh Muhammad Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Khaathib as-Sambasi menuliskan tentang madzhab Syafi’i dan Asy’ariyyah sebagai akidahnya. Tentu saja, itu pula yang diajarkan kepada murid-muridnya, seperti KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Syaikh Abdul Qadir Mandailing dan selainnya.
Seusai pulang dari Makkah, masing-masing mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dari guru-gurunya di Makkah. Muhammad Darwis yang telah diubah namanya menjadi Ahmad Dahlan mendirikan persarikatan Muhammadiyyah. Sedangkan Hasyim Asy’ari mendirikan NU (Nahdlatul Ulama). Begitulah persaudaraan sejati yang dibangun sejak menjadi santri Syaikh Shaleh Darat hingga menjadi santri di Tanah Suci Makkah. Keduanya juga membuktikan, kalau dirinya tidak ada perbedaan di dalam urusan akidah dan madzhabnya.
Saat itu di Makkah memang mayoritas bermadzhab Syafi’i dan berakidahkan Asy’ari. Wajar, jika praktek ibadah sehari-hari KH. Ahmad Dahlan persis dengan guru-gurunya di Tanah Suci. Seperti yang sudah dikutipkan di awal tulisan, semisal shalat Shubuh KH. Ahmad Dahan tetap menggunakan Qunut, dan tidak pernah berpendapat bahwa Qunut sholat subuh Nabi Muhammad Saw adalah Qunut Nazilah. Karena beliau sangat memahami ilmu hadits dan juga memahami ilmu fikih.
Begitupula Tarawihnya, KH. Ahmad Dahlan praktek shalat Tarawihnya 20 rakaat. Penduduk Makkah sejak berabad-abad lamanya, sejak masa Khalifah Umar bin Khattab Ra., telah menjalankan Tarawih 20 rakaat dengan 3 witir, sehingga sekarang. Jumlah ini telah disepakati oleh sahabat-sahabat Nabi Saw. Bagi penduduk Makkah, Tarawih 20 rakaat merupakan ijma’ (konsensus kesepakatan) para sahabat Nabi Saw.
Sedangkan penduduk Madinah melaksanakan Tarawih dengan 36 rakaat. Penduduk Makkah setiap pelaksanaan Tarawih 2 kali salaman, semua beristirahat. Pada waktu istirahat, mereka mengisi dengan thawaf sunnah. Nyaris pelaksanaan shalat Tarawih hingga malam, bahkan menjelang Shubuh. Di sela-sela Tarawih itulah keuntungan penduduk Makkah, karena bisa menambah pahala ibadah dengan thawaf. Maka bagi penduduk Madinah untuk mengimbangi pahala dengan yang di Makkah, mereka melaksanakan Tarawih dengan jumlah lebih banyak.
Jadi, baik KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari tidak pernah ada perbedaan di dalam pelaksanaan ubudiyah. Ketua PP. Muhammdiyah, Yunahar Ilyas pernah menuturkan: “KH. Ahmad Dahlan pada masa hidupnya banyak menganut fiqh madzhab Syafi’i, termasuk mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh dan shalat Tarawih 23 rakaat. Namun, setelah berdirinya Majelis Tarjih pada masa kepemimpinan KH. Mas Manshur, terjadilah revisi-revisi, termasuk keluarnya Putusan Tarjih yang menuntunkan tidak dipraktekkannya doa Qunut di dalam shalat Shubuh dan jumlah rakaat shalat Tarawih yang sebelas rakaat.”
Sedangkan jawaban enteng yang dikemukan oleh dewan tarjih saat ditanyakan: “Kenapa ubudiyyah (praktek ibadah) Muhammadiyyah yang dulu dengan sekarang berbeda?” Alasan mereka adalah karena “Muhammadiyyah bukan Dahlaniyyah”.
Masihkah diantara kita yang gemar mencela dan mengata-ngatai amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama sebagai amalan bid’ah, musyrik dan sesat?
Sedikit penjelasan ada di Rutinan Tambak boyo Pedan bersama habib novel
Subscribe to:
Posts (Atom)



